Rabu, 02 Desember 2015

Makalah Kebutuhan Untuk Membangun Sistem Informasi Korporasi


Kelompok 1:
Fajar Imanu – 12112715
Riansyah Nur Y – 16112267
Rizka Yuaningtyas – 16112538
4KA10
Konsep Sistem Informasi Lanjut


Universitas Gunadarma
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
2015/2016

Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.











Penulis,

Depok, 10 Oktober 2015



Daftar Isi

Kata Pengantar……………………………………………………………………………… 2
Daftar Isi…………………………………………………………………………………….. 3
Kebutuhan Untuk Membangun Sistem Informasi Koorporasi……………………………… 4
A.    Business Role………………………………………………………………………... 4
B.     Nilai Informasi………………………………………………………………………. 4
C.     Perubahan Bisnis…………………………………………………………………….. 5
D.    Teknologi Internet…………………………………………………………………… 5
E.     Strategi Bisnis………………………………………………………………………... 6
F.      Jenis SI Korporasi……………………………………………………………………. 7
G.    Klasifikasi Sistem Informasi…………………………………………………………. 7
Studi Kasus…………………………………………………………………………………... 10
Kesimpulan…………………………………………………………………………………... 11
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………... 12
Pertanyaan……………………………………………………………………………………. 13















Kebutuhan Untuk Membangun SI Koorporasi

Business Role
Pada awalnya SI diposisikan sebagai alat bantu untuk mengintegrasikan data dan meningkatkan kualitas informasi semata, maka kini SI telah menjadi strategi bisnis yang sangat hebat. Pembangunan SI yang terintegrasi berbasis TI telah menciptakan peluang bagi banyak perusahaan untuk mengembangkan model keunggulan kompetitif. Perlu adanya kreativitas dan sikap pro-aktif dari para pengelola perusahaan. Pembuatan SI e-business memungkinkan terjadinya transaksi jarak jauh, karena semua terminal transaksi yang berada di berbagai lokasi saling terhubung satu sama lain. Transaksi jarak jauh memungkinkan perusahaan untuk membuka pasar dan melakukan transaksi secara lebih luas dan tidak tergantung pada pasar lokal. Contoh : bidang perbankan, distribusi, telekomunikasi, manufaktur, penerbangan, pendidikan, perhotelan, perdagangan, RS, dll. BCA, DHL, HM Sampoerna, Merpati Nusantara, dll adalah perusahaan yang telah menikmati manfaat dari penerapan SI pada umumnya dan SI berbasis internet khususnya. (Joko Sugiarsono, 2001).
Revolusi bisnis yang melahirkan era e-bisnis dewasa ini ditandai dengan terintegrasinya peralatan komputer dan telekomunikasi sehingga skala jangkauan jaringan informasi yang terbentuk dapat mencapai jarak yang sangat luas bahkan lintas negara dan benua.
Penerapan internet dalam sejumlah bidang usaha bisnis merupakan strategi jitu dalam menembus pasar global dan mendekatkan perusahaan kepada para konsumen baik lokal maupun manca negara. Melalui internet seakan-akan perusahaan membuka tempat transaksi bagaikan cabang atau outlet kecil yang tersebar di berbagai lokasi. Konsumen dari berbagai belahan dunia dapat langsung mengakses situs web nya dan melakukan transaksi. Bisnis secara elektronik (e-business) merupakan suatu istilah yang digunakan untuk memberi nama pada kegiatan bisnis yang dilakukan melalui internet. Kegiatan ini dapat dilakukan secara on-line meliputi pemasaran, promosi, public relation, transaksi, pembayaran dan penjadualan pengiriman barang. E-business merupakan peluang usaha baru yang menjanjikan hasil yang besar. M-business (mobile business) merupakan e-business yang diakses melalui berbagai tempat sesuai dengan mobilitas pengaksesannya. I-business (interactive business) merupakan sistem e-business yang interaktif berbasis multimedia.

Nilai Informasi
          Merupakan perbedaan antara nilai proyek dengan adanya informasi dan nilai proyek tanpa informasi yang dikurangi biaya perolehan dari sebuah informasi. Ini berarti bahwa harus ada hasil alternatif, jika tidak ada informasi yang bisa menambah  sebuah nilai, maka harus terlihat ketidakpastiannya. Jika ada ketidakpastian maka harus ada pilihan dan jika tidak ada pilihan maka tidak ada sebuah keputusan yang akan dibuat dan informasi sebenarnya yang ada menjadi tidak berharga.

Perubahan Bisnis
Melihat iklim persaingan bisnis di Indonesia di mana pemain besar atau asing sudah mendominasi di sector keuangan, mineral, manufaktur produk material dasar sampai consumer products, chain retailer, information and services, ini merupakan tantangan setiap industri mampu menjadi unggul di bidangnya.
Bagaimana suatu organisasi bisnis mampu mempunyai keunggulan? Ternyata ada dua hal dasar yang harus disadari bersama yaitu: Faktor pertama adalah Kekuatan Intangible Assets. Realita kebanyakan pemikiran para owner dan top manajemen perusahaan masih banyak didominasi investasi berwujud sedangkan pengeluaran intangible assets-nya lebih dianggap sebagai biaya. Intangible Assets mencakup manajemen sistem, sistem informasi, kemampuan orang, sikap mental dan perilaku tiap individu, kepemimpinan, team work, brand image untuk produk atau perusahaan, layanan prima, motivasi seluruh karyawan dan budaya kerja.
Ditengah negara dengan SDM berdaya saing rendah dibandingkan profesional negara lain dari sisi mental attitude dan behavior dan kompetensi teknisnya, apa yang harus dilakukan manajemen perusahaan? Persaingan sekarang menuntut produk bermutu, pengiriman tepat waktu, layanan cepat, purna jual memuaskan dan harga bersaing maka tentunya membutuhkan keunggulan manajemen perusahaan untuk mengelola bisnis dengan ketajaman daya saing yang harus dibangun secara sistematis. Kemampuan membuktikan kepada pelanggan serta publikasi tentang kehandalan manajemen perusahaan menjadi senjata membangun citra perusahaan.Perlu kita sadari bersama bahwa yang dulu kelihatan hebat sekarang sudah menjadi biasa-biasa saja, lalu apa yang terjadi dengan bisnis anda kalau hanya biasa-biasa saja?

Teknologi Internet
Secara sederhana, Intranet adalah istilah yang digunakan untuk pelaksanaan Internet teknologi dalam sebuah organisasi atau perusahaan, bukannya sebagai koneksi eksternal ke Internet global. Sebuah implementasi dilakukan sedemikian rupa untuk transparan memberikan informasi dalam jumlah besar sebuah organisasi ke desktop masing-masing individu dengan biaya minimal, waktu dan usaha.
            Dampak dari Intranet mempengaruhi operasi perusahaan, efisiensi, pengembangan dan bahkan budaya. Untuk sepenuhnya memahami apa yang dimaksud dengan Intranet kita perlu melihat beberapa daerah. Saat perubahan bisnis dimana sebuah kompetisi telah mencapai tingkat baru intensitas di hampir semua industri. Kelangsungan hidup Mereka, apalagi sukses, mensyaratkan bahwa bisnis tampil di tingkat belum pernah terjadi sebelumnya efektivitas.
Tekanan baru untuk bisnis meliputi:
-          Mengurangi Siklus Hidup Produk:
          Waktu ke pasar menjadi faktor yang semakin penting pada kemampuan untuk meraih kebutuhan pasar, profitabilitas dan bahkan kelangsungan hidup. Penurunan Biaya: Kebutuhan untuk mengendalikan biaya, dengan keinginan yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas, terus berlanjut dengan penekanan baru pada produktivitas pekerja pengetahuan. Peningkatan Permintaan Kualitas dan Layanan Pelanggan: Sebagai kompetisi membangun, peningkatan pelanggan harapan untuk tanggap dan dukungan pribadi mulai mengubah budaya dan operasi banyak industri. Peningkatan Market Responsiveness: Satu-satunya yang konstan untuk bisnis adalah bahwa hal-hal akan berubah. Kebutuhan dan kemampuan untuk merespon terus berubah kekuatan pasar terus mendorong kebutuhan untuk mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi untuk dapat bereaksi cepat.
-          New Model Bisnis
         Perubahan konstan sekarang mendorong ke dalam inti dari banyak korporasi dengan sesuai model bisnis baru muncul untuk cara di mana organisasi dan orang-orang bekerja sama. Ini termasuk teleworking, perusahaan virtual, pengembangan produk kolaboratif dan pasokan yang terintegrasi manajemen rantai.

Strategi Bisnis
SI telah menjadi strategi bisnis yang sangat hebat. Penerapan SI di hampir semua bidang usaha bisnis merupakan salah satu strategi untuk menjawab tekanan-tekanan yang dialami oleh perusahaan.
Manfaat yang dapat dipetik oleh perusahaan dengan pembangunan SI, antara lain :
1.      Integrasi data dan informasi
2.      Sistem pengorganisasian data memungkinkan sistem bebas redudansi data
3.      Meningkatkan kecepatan dan keakuratan penyusunan laporan manajerial
4.      Meningkatkan kualitas produk dan kecepatan layanan konsumen.
5.      Meningkatkan citra perusahaan

Strategi Sistem Informasi untuk Berhubungan dengan Daya Kompetitif :
1.      Kepemimpinan harga rendah, yaitu untuk membuat produk dan jasa pada harga yang lebih rendah dari pesaing dengan peningkatan kualitas dan pelayanan
2.      Diferensiasi produk, yaitu menggunakan sistem informasi untuk membedakan produk dan jasa baru
3.      Berfokus pada peluang pasar, yaitu untuk memungkinkan strategi fokus pada peluang pasar, spesilisasi
4.      Menguatkan keakraban pelanggan dan pemasok, yaitu untuk mengembangkan hubungan kuat dan kesetian pelanggan dan pemasok.


Jenis-jenis SI Korporasi
Membentuk SI korporasi tidak mudah dan memerlukan beberapa tahapan, meliputi :
1.      Membangun sistem pemrosesan transaksi melalui pembangunan kantor elektronik seoptimal mungkin.
2.      Membangun SIM berbasis jaringan komputer yang akan mengolah DB perusahaan, menghasilkan laporan-laporan dan grafik-grafik serta mendistribusikan kepada pihak pengambil keputusan dalam perusahaan dengan tepat waktu dan akurat. SIM ini akan menyehatkan aliran informasi di dalam perusahaan.
3.      Membangun SPK untuk mengolah DB, untuk membantu para pimpinan dalam menentukan alternatif keputusan manajerial.
4.      Mengembangkan SI yang bersifat lintas platform, yaitu SI yang mampu menjembatani perbedaan antar platform SI bisnis yang akan bergabung satu sama lain.
Klasifikasi SI
Klasifikasi yang umum dipakai antara lain didasarkan pada :
a.       Level organisasi
b.      Area fungsional
c.       Dukungan yang diberikan,
d.      Klasifikasi menurut aktivitas manajemen, dan
e.       Arsitektur SI.

A.    Klasifikasi SI Menurut Level Organisasi
Dikelompokkan menjadi :
·         SI departemen, hanya digunakan dalam sebuah departemen. Misal : departemen SDM yang memiliki sejumlah program/ aplikasi.
·         SI perusahaan, sistem terpadu yang dapat dipakai oleh sejumlah departemen secara bersama. Misal : SI PT mengintegrasikan bagian pengajaran, keuangan dan kemahasiswaan.
·         SI antar organisasi, jenis SI yang menghubungkan dua organisasi atau lebih. Misal : IBM + Apple + Motorola VS Intel untuk pasar CPU (disebutPowerPC). Model IOS banyak diimplementasikan dalam perdagangan elektronis (e- Commerce), sering dikenal dengan istilah B2B.

B.     Klasifikasi SI Area Fungsional
Area Fungsional
Tugas
Keterangan
Penjualan
dan
pemasaran
- MKIS
Menangani penjualan dan
pemasaran produk/ jasa
yang dihasilkan
perusahaan
SI yang menyediakan informasi
yang dipakai oleh fungsi pemasaran. Misalnya berupa
ringkasan perusahaan
Manufaktur
(produksi) -
M/P IS
Menghasilkan produk
SI yang bekerja sama dengan SI
lain untuk mendukung menajemen
perusahaan (perencanaan maupun pengendalian) dalam
menyelesaikan masalah yang
berhubungan dengan produk dan
jasa yang dihasilkan perusahaan.
Misalnya berupa bahan mentah,
profil vendor baru, dan jadual
produksi
Keuangan
(FIS)
Mengelola aset keuangan
perusahaan
SI yang menyedikan informasi pada fungsi keuangan (departemen atau bagian keuangan) yang menyangkut keuangan perusahaan.
Misalnya berupa ringkasan arus kas (cash flow) dan informasi
pembayaran
Akuntansi
(AIS)
Memelihara rekaman
transaksi keuangan dalam perusahaan
SI yang menyediakan informasi
yang dipakai oleh fungsi akuntansi,mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan perusahaan.
SDM
(HRIS)
Mengelola personalia
perusahaan
SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya informasi gaji, ringkasan pajak, dan tunjangan hingga kinerja



C.     Klasifikasi SI BerdasarkanDukungan yang Tersedia
Sistem
Fungsi
Pemakai/User
TPS
Menghimpun dan menyimpan informasi
Transaksi
Orang yang memproses
transaksi
MIS
Mengkonversi data yang berasal dari
TPS menjadi informasi yang berguna
untuk mengelola organisasi dan
memantau kinerja
Semua level manajemen
DSS
Membantu pengambilan keputusan
dengan menyediakan informasi, model
atau perangkat untuk menganalisa
informasi
Analis, manajer,
profesional
EIS
Menyediakan informasi yang mudah
diakses dan bersifat interaktif, tanpa
mengharuskan eksekutif menjadi ahli
analisis
Menajemen tingkat
menengah dan atas
ES
Menyediakan pengetahuan pakar pada
bidang tertentu untuk membantu
pemecahan masalah
Orang yang hendak
memecahkan masalah
yang memerlukan
kepakaran
OAS
Menyediakan fasilitas untuk memproses
dokumen maupun pesan sehingga
pekerjaan dapat dilakukan secara efisien
dan efektif
Staf maupun manajer
GSS
Menyediakan komunikasi melalui
sarana/ infrastruktur teknologi
Sejumlah orang yang
bekerja dalam suatu
kelompok

D.    Klasifikasi SI menurut Aktivitas Manajemen
Menurut Ebert dan Griffin, 2003
1.      SI Pengetahuan : SI yang mendukung aktivitas pekerja berpengetahuan. Kategori ini : ES dan OAS.
2.      SI Operasional : berurusan dengan operasi organisasi sehari-hari. Kategori ini : TPS, SIM, DSS.
3.      SI Manajerial : menunjang kegiatan manajerial. Menyediakan diantaranya (Turban, McLean dan Wetherbe, 1999) :
·         Ringkasan Statistik
·         Laporan Perkecualian
·         Laporan periodis dan ad hoc report
·         Analisis perbandingan : kompititor, kinerja masa lalu, standar industri
·         Proyeksi : kas, pangsa pasar, penjualan
·         Pendektesian masalah secara dini
·         Keputusan rutin
·         Hubungan antar manajer.
4.      SI strategis : digunakan untuk menangani masalah strategis dalam organisasi.

E.     Klasifikasi SI menurut Arsitektur Sistem
Dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
·         Sistem berbasis mainframe
·         Sistem PC tunggal
·         Sistem tersebar atau sistem komputasi jaringan

Study kasus
Contoh study kasus yang paling mudah dan sering kita lihat adalah gunadarma site yang sering kita buka hamper setiap minggu bahkan setiap hari untuk melihat berita-berita terbaru seputar universitas gunadarma. Tidak peduli dimana kita dan apa yang kita gunakan, kita tetap bias mengakses situs gunadarma asalkan bias mengakses internet. Itu semua karena situs gunadarma berbasis web, yang kita perlukan hanya internet untuk bisa mengaskesnya.

 













Kesimpulan:

Pada awalnya SI diposisikan sebagai alat bantu untuk mengintegrasikan data dan meningkatkan kualitas informasi semata, maka kini SI telah menjadi strategi bisnis yang sangat hebat. Pembangunan SI yang terintegrasi berbasis TI telah menciptakan peluang bagi banyak perusahaan untuk mengembangkan model keunggulan kompetitif. Perlu adanya kreativitas dan sikap pro-aktif dari para pengelola perusahaan. Revolusi bisnis yang melahirkan era e-bisnis dewasa ini ditandai dengan terintegrasinya peralatan komputer dan telekomunikasi sehingga skala jangkauan jaringan informasi yang terbentuk dapat mencapai jarak yang sangat luas bahkan lintas negara dan benua.





















Daftar Pustaka:























PERTANYAAN
1. Marisha (kelompok3):
Dolar naik, strategi apa yang di lakukan perusahaan agar konsumen tidak pergi
Jawaban 1 Riansyah :
Strateginya yaitu meminta bantuan kepada pemerintah, pemutusan hubungan kerja (PHK) agar pengeluaran perusahaan tidak banyak merugi agar kualitas produk tetep baik, atau seperti tempe tahu untuk mengurangi komposisinya agar mengurangi biaya produksi
2. Rizky Gumelar
SI organisasi itu apa saja, pengertian dan contohnya
Jawaban 2 Rizka:
 Klasifikasi SI Menurut Level Organisasi
Dikelompokkan menjadi :
·         SI departemen, hanya digunakan dalam sebuah departemen. Misal : departemen SDM yang memiliki sejumlah program/ aplikasi.
·         SI perusahaan, sistem terpadu yang dapat dipakai oleh sejumlah departemen secara bersama. Misal : SI PT mengintegrasikan bagian pengajaran, keuangan dan kemahasiswaan.
·         SI antar organisasi, jenis SI yang menghubungkan dua organisasi atau lebih. Misal : IBM + Apple + Motorola VS Intel untuk pasar CPU (disebutPowerPC). Model IOS banyak diimplementasikan dalam perdagangan elektronis (e- Commerce), sering dikenal dengan istilah B2B.

3. Everlyn:
Berikan contoh pada tahap- tahap pada SI koorporasi
Jawaban 3 fajar
Membentuk SI korporasi tidak mudah dan memerlukan beberapa tahapan, meliputi :
5.      Membangun sistem pemrosesan transaksi melalui pembangunan kantor elektronik seoptimal mungkin.
6.      Membangun SIM berbasis jaringan komputer yang akan mengolah DB perusahaan, menghasilkan laporan-laporan dan grafik-grafik serta mendistribusikan kepada pihak pengambil keputusan dalam perusahaan dengan tepat waktu dan akurat. SIM ini akan menyehatkan aliran informasi di dalam perusahaan.
7.      Membangun SPK untuk mengolah DB, untuk membantu para pimpinan dalam menentukan alternatif keputusan manajerial.

8.      Mengembangkan SI yang bersifat lintas platform, yaitu SI yang mampu menjembatani perbedaan antar platform SI bisnis yang akan bergabung satu sama lain. 

Rabu, 18 November 2015

Pentingnya manajemen kontrol keamanan pada sistem

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Didalam sebuah sistem dibutuhkan adanya keamanan yang dapat menjaga sistem tersebut. Hal ini dikarenakan banyaknya tindakan merugikan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Keamanan informasi merupakan suatu upaya untuk mengamankan aset informasi yang dimiliki.

Sebuah sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) adalah seperangkat kebijakan berkaitan dengan keamanan informasi manajemen atau TI resiko terkait. Prinsip yang mengatur di belakang SMKI adalah bahwa organisasi harus merancang, menerapkan dan memelihara seperangkat kebijakan, proses dan sistem untuk mengelola risiko aset informasi perusahaan, sehingga menjamin tingkat risiko yang dapat diterima informasi keamanan.


Tujuan manajemen informasi adalah untuk melindungi kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi. Dengan tumbuhnya berbagai penipuan, spionase, virus, dan hackers sudah mengancam informasi bisnis manajemen oleh karena meningkatnya keterbukaan informasi dan lebih sedikit kendali/ control yang dilakukan melalui teknologi informasi modern. Sedangkan tujuan pengontrolan adalah untuk memastikan bahwa CBIS (Computer Based Information System ) telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, sistem beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.


Sebuah sistem harus mempunyai tiga sifat, yaitu :
1. Integritas, sistem akan mempunyai integritas bila ia berjalan menurut spesifikasinya. Perancang sistem berusaha untuk mengembangkan system yang mempunyai integritas fungsional, yaitu kemampuan untuk melanjutkan operasi, apabila salah satu atau lebih dari komponennya tidak berjalan.
2. Audibilitas, ia akan bersifat audible jika ia memiliki visibilitas dan accountability (daya perhitungan). Bila system memiliki audibilitas maka mudah bagi seseorang untuk memeriksa, memverifikasi atau menunjukkan penampilannya.
3. Daya kontrol, daya kontrol memungkinan manajer untuk menangani pengerahan atau penghambatan pengaruh terhadap system. Teknik yang efektif untuk mendapatkan daya kontrol system ini adalah dengan membagi system menjadi subsistem yang menangani transaksi secara terpisah.

Minggu, 15 November 2015

Tugas 2 Pengantar Telematika


1. Jelaskan bagaimana peranan komputer baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel dalam penyebaran layanan telematika! Berikan contohnya!

     Penyebaran melalui jaringan komputer nirkabel:
Cara kerjanya dengan mengubah data digital menjadi data sinyal elektromagnetik dan kemudian dipancarkan ke tempat tujuan. Kemudian oleh penerima sinyal elektromagnetik tadi diubah kembali menjadi data digital.
Keunggulan jaringan wireless atau nirkaleb, antara lain :
Mobilitas.
Kecepatan instalasi.
Fleksibilitas tempat.
Pengurangan anggaran biaya.
Kemampuan jangkauan.
Kekurangan jaringan wireless, antara lain :

Transmisi data hanya 1 - 2 Mbps yang jumahnya jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan jaringan wireline.
Transmisi data dari komputer yang berbeda mengganggu satu sama lainnya.
Biaya peralatan jaringan wireless mahal.
Adanya delay atau waktu koneksi yang besar pada jaringan ini.
Adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul, dan banyak interferensi.
Kapasitas jaringan memiliki keterbatasan yang disebabkan spektrumnya tidak besar (dikarenakan pita frekuensi tidak dapat diperlebar).
Keamanan data atau kerahasiaan dari data kurang terjamin.
Sinyalnya dapat mengalami putus-putus (intermittence) yang disebabkan oleh benda yang menghalangi sinyal.
Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan bluetooth atau wifi.
   
Penyebaran melalui jaringan yang menggunakan kabel :
Cara kerjanya dengan mengubah data digital menjadi data sinyal listrik, kemudian dipancarkan ke tempat tujuan. Selanjutnya oleh penerima sinyal listrik diubah kembali menjadi data digital.
Keunggulan :
Transmisi data 10 sampai dengan 100 Mbps.
Delay atau waktu koneksi antar komputer cepat.
Transmisi data dapat berjalan lancar.
Biaya peralatan yang digunakan terjangkau.
Kelemahan :

Penggunaan terbatas pada suatu tempat yang terjangkau kabel.
Waktu instalasi yang membutuhkan waktu lama.
Membutuhkan tempat dan lokasi jaringan yang permanen.
Sulit untuk berpindah tempat (harus merubah instalasi jaringan).

2. Bagaimana mencegah gangguan-gangguan yang akan muncul pada jaringan komputer sebagai sarana penunjang layanan telematika! Berikan contoh gangguan yang ada pada layanan telematika!
Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan dalam empat kategori utama :
a.   Interruption Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
b.     Interception Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
c.    Modification Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d.    Fabrication Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.
Untuk mencegah serangan / gangguan, segi-segi keamanan yang dapat dilakukan :
a.    Confidentiality Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
b.    Integrity Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
c.    Availability Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
d.   Authentication Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
e.     Nonrepudiation Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.

3. Jelaskan fasilitas-fasilitas apa saja yang diperlukan guna menunjang layanan telematika yang berhubungan dengan jaringan komputer !
Penyelenggaraan Fasilitas Jaringan Telematika adalah kegiatan penyediaan fasilitas jaringan telematika meliputi keseluruhan fasilitas dan elemen jaringan (misalnya stasiun bumi, kabel serat optik, saluran telekomunikasi dan sentral switching, perangkat transmisi komunikasi radio, BTS, dan menara transmisi) sehingga membentuk jaringan untuk menyalurkan beragam layanan aplikasi telematika.
Penyelenggaraan Layanan Jaringan Telematika adalah kegiatan penyediaan konektivitas dasar dan bandwidth yang mendukung beragam aplikasi dan memungkinkan komunikasi antar jaringan.
Penyelenggaraan Layanan Aplikasi Telematika adalah kegiatan penyediaan layanan aplikasi telematika yang terdiri dari aplikasi pendukung kegiatan bisnis (aplikasi server untuk e-commerce, teleponi, PaaS, dsb.) dan aplikasi penyebaran konten (aplikasi server untuk web-TV, IPTV, VoD, musik, dsb.) dan informasi (aplikasi server untuk portal, koran online, e-magazine, dsb.