Rabu, 02 Desember 2015

Supply chain management








nama  :  1. Rudi haryanto (16112718)                            
                2. dwi fitrianto (12112282)
                3. widy anggara (17112691)
Kelas : 4ka10
Dosen : ronggo permono



DAFTAR ISI

                                                                                                                      Halaman
DAFTAR ISI................................................................................................................. i
BAB 1...... SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ............................................................. .1
     1.1. Pengertian…………………………………….…….............……..........................1
                 1.2.  Fungsi Dasar..................................................................................... 2
                 1.3.  Karakter Sistem ............................................................................... 2
                 1.4  Arsitektur Pengembangan…………………………………………………………….2
                 1.5  Tantangan ...……………………………………………………………………..………….3
                 1.6  Peran Internet………………………………………………………………………………4
                 1.7  Implementasi……………………………………………………………………….……….4
                       
BAB 2       PENUTUP                                                                                                  6
                 2.1  Kesimpulan....................................................................................... 6
                 2.1 Daftar Pertanyaan………………………………………………………………….……..7
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................8





1.Supply Chain Management

1.      Pengertian Supply Chain Management (SCM)
Mungkin saat ini kita sering mendengar Supply Chain Management,  namun tidak sedikit juga yang masih awam mengenai masalah ini. Dari namanya kedengaran lumayan keren, kalau diterjemahkan menjadi Manajemen Rantai Pasokan atau Wikipedia menterjemahkannya menjadi Manajemen Rantai Suplai. Sebenarnya sama saja artinya, terserah kita mau memakai yang mana. Kalo saya terus terang lebih suka memakai singkatan dari versi inggrisnya, SCM. Singkat, padat, jelas :) .
Dari namanya saya rasa kita bisa membuat kesimpulan secara kasar apa itu SCM. Ada kata “rantai” dan kata “pasokan / suplai”. Kita tahu rantai itu bentuknya seperti lingkaran yang tidak putus, dan pasokan atau suplai adalah persediaan atau stok barang-barang yang dibutuhkan dan dapat diperoleh. Jadi rantai pasokan atau rantai suplai adalah suatu lingkaran yang saling berhubungan dalam rangka untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan dari pemasok / penyuplai. Tentu saja banyak faktor yang terdapat dalam lingkaran rantai pasokan / suplai itu.
Gambar dibawah ini memberikan ide kepada kita tentang rantai pasokan / suplai.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidEusfr2qkdn-17ncUzwjVFfUs2IwKX5kGSIa3NWpNBXpdI_8dFwfgh3Yu7CXRsOqoBZjbOb5WctyXV3udkifrVgg1VC-2RG31g-EjDSloBwP2LHI91JhniGdHtg7uXuk1KutkPY5pfS0/s320/screenshot.43.jpg

Agar rantai tersebut berjalan dengan baik  tentu saja diperlukan suatu pengaturan atau manajemen yang baik juga.  Jadi dari sini kemudian muncullah apa yang disebut Manajemen Rantai Pasokan / Suplai (SCM).
Secara garis besar SCM adalah suatu proses untuk mengintegrasi, mengkoordinasi dan mengontrol pergerakan bahan baku menjadi produk jadi dan mengirimkannya kepada konsumen. Pergerakan informasi juga termasuk dalam proses ini.  Segala upaya biasanya dilakukan agar proses tersebut dapat dilakukan secara efektif dan efisien untuk memaksimalkan nilai yang bisa didapatkan oleh konsumen serta untuk mencapai suatu keuntungan yang berkelanjutan.


2.      Fungsi Dasar Supply Chain Management (SCM)

·         Ä  SCM secara fisik mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan menghantarkannya ke pemakai akhir.
·         Ä  SCM sebagai mediasi pasar, yakni memastikan bahwa apa yang disuplai oleh rantai supply mencerminkan aspirasi pelanggan atau pemakai akhir tersebut.

3.      Karakter Sistem Supply Chain Management (SCM)

·         Rantai Suplai Hulu/Upstream supply chain
Bagian upstream (hulu)/ supply chain meliputi aktivitas dari suatu perusahaan manufaktur dengan para penyalurannya (yang mana dapat manufaktur, assembler, atau kedua-duanya) dan koneksi mereka kepada pada penyalur mereka (para penyalur second-trier). Hubungan para penyalur dapat diperluas kepada beberapa strata, semua jalan dari asal material (contohnya bijih tambang, pertumbuhan tanaman. Di dalam upstream supply chain, aktivitas yang utama adalah pengadaan.
·         Manajemen Internal Suplai Rantai/Internal supply chain management
Bagian dari internal supply chain meliputi semua proses pemasukan barang ke gudang yang digunakan dalam mentransformasikan masukan dari para penyalur ke dalam keluaran organisasi itu. Hal ini meluas dari waktu masukan masuk ke dalam organisasi. Di dalam rantai suplai internal, perhatian yang utama adalah manajemen produksi, pabrikasi, dan pengendalian persediaan.
·         Segmen Rantai Suplai Hilir/Downstream supply chain segment
Downstream (arah muara) supply chain meliputi semua aktivitas yang melibatkan pengiriman produk kepada pelanggan akhir. Di dalam downstream supply chain, perhatian diarahkan pada distribusi, pergudangan, transportasi, dan after-sales-service.

4.      Arsitektur Pengembangan Supply Chain Management (SCM)
Arsitektur sistem merupakan cara komponen-komponen tersebut (database, peralatan interface,dan media komunikasi) dikonfigurasikan.
Prototipe Arsitektur Supply Chain terdiri dari 6 komponen yaitu:
·         Komponen ERP
·         Komponen SCM
·         Komponen model simulasi
·         Middleware
·         Komponen sistem kolaboratif
·         Komponen visualisasi dan model keputusan


5.      Tantangan Supply Chain Management (SCM)

Meskipun SCM memiliki banyak manfaat dalam menjalankan sistem produksi dan operasi di perusahaan, tetapi ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dan disikapi oleh perusahaan apabila akan menerapkannya. Tantangan yang pertama berasal dari lingkungan makro dan juga lingkungan eksternal. Misalnya saja trend perekonomian global yang menunjukkan adanya kecenderungan inflasi, khususnya di Indonesia. Hal ini disebabkan karena persaingan di tingkat global memang sangat meningkat. Selain itu juga kecenderungan konsumen perilaku konsumen yang menunjukkan sikap terlalu rumit dan banyak menuntut. Faktor eksternal lain adalah perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi yang terkait dengan teknologi informasi sedapat mungkin diadaptasi oleh perusahaan-perusahaan yang menerapkan SCM sehingga dapat mengelola informasi yang bergerak sangat cepat untuk menanggapi perpindahan produk. Sehingga sangat perlu bagi perusahaan yang menerapkan SCM untuk memiliki peralatan fungsional seperti (Watanabe, 2001) :
·         Demand management / forecasting
·         Advanced planning and scheduling
·         Transportation management
·         Distribution and deployment
·         Production planning
·         Available to promise
·         Supply Chain Modeler
·         Optimizer (Linier programming, non linier programming, heuristic, dan genetic algorithm)
Selain tantangan-tantangan tersebut, tantangan yang juga sering dihadapi khususnya negara berkembang adalah masalah infrastruktur termasuk birokrasi yang rumit. Masalah ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap tantangan SCM yang lain, yaitu teknologi informasi.
Di sisi lain, ada juga tantangan yang dapat digolongkan dalam lingkungan mikro atau di lingkungan perusahaan itu termasuk stakeholdernya. Misalnya saja pengukuran kinerja tidak didefinisikan dengan baik. Setiap channel menggunakan ukuran sendirisendiri, dan tidak ada perhatian untuk membuat keterkaitan dalam model matriks yang mengukur kinerja rantai secara keseluruhan.
Terkait dengan manajemen persediaan, kadang-kadang kebijakan persediaan terlalu sederhana, faktor-faktor ketidakpastian diperhitungkan dalam pembuatan kebijakan-kebijakan tersebut, kadang-kadang terlalu statis. Selain itu terkadang pemahaman terhadap konsep SCM tidak lengkap, fokusnya sering berorientasi pada operasi internal saja, tidak dapat membedakan antara pelayanan terhadap intermediate consumers dengan end consumers. Untuk mengatasi tantangan tersebut, terlebih dahulu perusahaan harus melakukan perbaikan dan membangun komitmen di lingkungan internal perusahaan tersebut, baru kemudian membangun kemitraan dan komitmen dengan mata rantai lain di lingkungan eksternal. Satu hal yang juga penting dalam mengatasi tantangan untuk penerapan SCM adalah mengelola informasi dalam sebuah sistem yang harus mendukung proses pengambilan keputusan di wilayah penerapan SCM.

6.      Peran Internet Pada Supply Chain Management (SCM)

·         Internet memungkinkan kolaborasi, koordinasi, dan Integerasi dalam praktek di lapangan
·         Dengan adanya Internet, pihak-pihak pada supply chain bisa membagi informasi serta melakukan transaksi dengan lebih cepat, , murah, dan akurat
·         Informasi penjualan di supermarket atau ritel akan mudah bisa dibagi dengan pihak-pihak yang berada disebelah hulu supply chain dengan menggunakan internet
·         Aplikasi Internet dalam konteks supply chain management
Ø  Electronic Procurement (e-procurement)
Ø  Electronic fulfillment (e-fulfilment)

7.      Implementasi Supply Chain Management (SCM)
Konsep manajemen rantai untuk mengelola pergerakan distribusi dari pemasok pada konsumen akhir.
Menurut Langly dan Holcomb (1992) terdapat beberapa cara untuk memberikan pelayanan konsumen mencakup kemampuan untuk mengelola informasi secara distribusi efektif, hubungan jangka panjang, dan keunggulan kompetitif berkelanjutan.
Perusahaan dapat mengembangkan kapabilitas Konsep manajemen rantai pasokan muncul melalui tiga tahapan evolusi dalam bidang logistik (Coyle et al., 1996). Manajemen rantai pasokan didefinisikan sebagai filosofi yang terintegrasi strategik (mencakup kemampuan responsif pasar, biaya total yang rendah, kecepatan, dan pengiriman yang handal) melalui aliansi strategik, hubungan antara dua entitas dalam bidang logistik untuk mencapai tujuan dan keuntungan spesifik (La Londe and Cooper, 1989).
Contoh Kasus :
Supply Chain untuk pembuatan sereal jagung (jenis makanan untuk sarapan) adalah sebagai berikut:
•    Petani jagung. Proses dimulai dari pemilihan bibit jagung, penebaran, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan jagung, dan diakhiri dengan penjualan hasil panen ke pabrik pembuatan sereal.
•    Pabrik dalam pembuatan sereal jagung. Proses dimulai dari pembersihan biji jagung yang diterima dari petani, pemanggangan menjadi sereal, pengepakan (packaging), penyimpanan di gudang untuk distribusi ke supermarket/ toko (retail), pengiriman (transportasi) ke supermarket/ toko.
•    Proses penjualan dimulai dari penyimpanan di rak-rak di supermarket, penjualan ke pembeli (customer) dan akhirnya di konsumsi oleh pembeli. Produk yang tidak terjual akhirnya akan dimusnahkan pada saat produk telah mencapai masa kadaluarsa.
Dengan kata lain, Supply Chain, adalah kegiatan yang dimulai dari sumber pembuat bahan baku (supplier) sampai ke pengguna terakhir (end customer).
Keterangan proses SCM pembuatan sereal jagung.
Ø  supplier = petani jagung
Ø  manufacture = pabrik pembuat sereal jagung
Ø  distributor = proses penyebaran produk
Ø  wholesaler = agen makanan / swayalan
Ø  end customer = konsumen















2.Kesimpulan
·         Dengan adanya konsep Supply Chain Manajement ( SCM ).Para pelaku-pelaku bisnis lebih mudah untuk menciptakan produk-produk handal, berkualitas dan cepat.
·         Proses Pengolahan produk dari awal perencanaan, pemrodukan sampai pendstribusian menjadi semakin terstruktur dan terkoordinir dengan baik.
·         Lebih efisien dan efektif dalam mengelola produk di sebuah instansi perusahaan.
·         Penerapan konsep SCM dalam perusahaan akan memberikan manfaat yaitu kepuasan pelanggan, meningkatkan pendapatan, menurunnya biaya, pemanfaatan asset yang semakin tinggi, peningkatan laba, dan perusahaan semakin besar.
·         Syarat utama dari penerapan SCM tentunya memberikan dukungan mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, pelaksanaan, sampai pengendalian.
·         Tantangan yang harus dihadapi dan disikapi oleh perusahaan apabila akan menerapkannya SCM yang pertama berasal dari lingkungan makro dan juga lingkungan eksternal.

















Daftar pertanyaan
1)      Cara mengantisipasi supply chain management yang tidak sesuai ?
2)      Seperti apa contoh supply management internal ?
3)      Sistem informasi apa yang digunakan pada SCM ?
Jawaban
1.      Biasanya di setiap alur SCM sudah ada rencana cadangan apabila ada kejadian yang tidak diinginkan . contohnya: apabila bahan baku dari supplier kurang atau tidak mencukupi, maka manufactur atau pabrik mengambil bahan baku ke supplier lain. Karena pabrik pasti punya beberapa supplier bahan baku

2.      Manajemen internal dari suplai chain ini akan melibatkan beberapa hal diantaranya adalah proses masuknya barang ke gudang untuk penyimpanan dan digunakan  sebagai transformasi  masukan  yang berasal dari penyalur  kedalam output   organisasi tersebut. Internal supply chain ini akan menjadi luas dari waktu ke waktu  yang ada dalam organisasi tersebut. Dalam rantai supply ini maka perhatian yang paling utama  adalah dalam hal manajemen  pabrikasi, manajemen produksi maupun pada pengendalian    inventory.

3.      Supply chain biasanya melibatkan sistem informasi yang dinamakan ERP (Enterprise Resource Planning) yang meliputi berbagai kegiatan perencanaan mulai dari perencanaan material, penjadwalan produksi, perencanaan inventory, sampai dengan perencanaan penjualan.


Makalah Kebutuhan Untuk Membangun Sistem Informasi Korporasi


Kelompok 1:
Fajar Imanu – 12112715
Riansyah Nur Y – 16112267
Rizka Yuaningtyas – 16112538
4KA10
Konsep Sistem Informasi Lanjut


Universitas Gunadarma
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
2015/2016

Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.











Penulis,

Depok, 10 Oktober 2015



Daftar Isi

Kata Pengantar……………………………………………………………………………… 2
Daftar Isi…………………………………………………………………………………….. 3
Kebutuhan Untuk Membangun Sistem Informasi Koorporasi……………………………… 4
A.    Business Role………………………………………………………………………... 4
B.     Nilai Informasi………………………………………………………………………. 4
C.     Perubahan Bisnis…………………………………………………………………….. 5
D.    Teknologi Internet…………………………………………………………………… 5
E.     Strategi Bisnis………………………………………………………………………... 6
F.      Jenis SI Korporasi……………………………………………………………………. 7
G.    Klasifikasi Sistem Informasi…………………………………………………………. 7
Studi Kasus…………………………………………………………………………………... 10
Kesimpulan…………………………………………………………………………………... 11
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………... 12
Pertanyaan……………………………………………………………………………………. 13















Kebutuhan Untuk Membangun SI Koorporasi

Business Role
Pada awalnya SI diposisikan sebagai alat bantu untuk mengintegrasikan data dan meningkatkan kualitas informasi semata, maka kini SI telah menjadi strategi bisnis yang sangat hebat. Pembangunan SI yang terintegrasi berbasis TI telah menciptakan peluang bagi banyak perusahaan untuk mengembangkan model keunggulan kompetitif. Perlu adanya kreativitas dan sikap pro-aktif dari para pengelola perusahaan. Pembuatan SI e-business memungkinkan terjadinya transaksi jarak jauh, karena semua terminal transaksi yang berada di berbagai lokasi saling terhubung satu sama lain. Transaksi jarak jauh memungkinkan perusahaan untuk membuka pasar dan melakukan transaksi secara lebih luas dan tidak tergantung pada pasar lokal. Contoh : bidang perbankan, distribusi, telekomunikasi, manufaktur, penerbangan, pendidikan, perhotelan, perdagangan, RS, dll. BCA, DHL, HM Sampoerna, Merpati Nusantara, dll adalah perusahaan yang telah menikmati manfaat dari penerapan SI pada umumnya dan SI berbasis internet khususnya. (Joko Sugiarsono, 2001).
Revolusi bisnis yang melahirkan era e-bisnis dewasa ini ditandai dengan terintegrasinya peralatan komputer dan telekomunikasi sehingga skala jangkauan jaringan informasi yang terbentuk dapat mencapai jarak yang sangat luas bahkan lintas negara dan benua.
Penerapan internet dalam sejumlah bidang usaha bisnis merupakan strategi jitu dalam menembus pasar global dan mendekatkan perusahaan kepada para konsumen baik lokal maupun manca negara. Melalui internet seakan-akan perusahaan membuka tempat transaksi bagaikan cabang atau outlet kecil yang tersebar di berbagai lokasi. Konsumen dari berbagai belahan dunia dapat langsung mengakses situs web nya dan melakukan transaksi. Bisnis secara elektronik (e-business) merupakan suatu istilah yang digunakan untuk memberi nama pada kegiatan bisnis yang dilakukan melalui internet. Kegiatan ini dapat dilakukan secara on-line meliputi pemasaran, promosi, public relation, transaksi, pembayaran dan penjadualan pengiriman barang. E-business merupakan peluang usaha baru yang menjanjikan hasil yang besar. M-business (mobile business) merupakan e-business yang diakses melalui berbagai tempat sesuai dengan mobilitas pengaksesannya. I-business (interactive business) merupakan sistem e-business yang interaktif berbasis multimedia.

Nilai Informasi
          Merupakan perbedaan antara nilai proyek dengan adanya informasi dan nilai proyek tanpa informasi yang dikurangi biaya perolehan dari sebuah informasi. Ini berarti bahwa harus ada hasil alternatif, jika tidak ada informasi yang bisa menambah  sebuah nilai, maka harus terlihat ketidakpastiannya. Jika ada ketidakpastian maka harus ada pilihan dan jika tidak ada pilihan maka tidak ada sebuah keputusan yang akan dibuat dan informasi sebenarnya yang ada menjadi tidak berharga.

Perubahan Bisnis
Melihat iklim persaingan bisnis di Indonesia di mana pemain besar atau asing sudah mendominasi di sector keuangan, mineral, manufaktur produk material dasar sampai consumer products, chain retailer, information and services, ini merupakan tantangan setiap industri mampu menjadi unggul di bidangnya.
Bagaimana suatu organisasi bisnis mampu mempunyai keunggulan? Ternyata ada dua hal dasar yang harus disadari bersama yaitu: Faktor pertama adalah Kekuatan Intangible Assets. Realita kebanyakan pemikiran para owner dan top manajemen perusahaan masih banyak didominasi investasi berwujud sedangkan pengeluaran intangible assets-nya lebih dianggap sebagai biaya. Intangible Assets mencakup manajemen sistem, sistem informasi, kemampuan orang, sikap mental dan perilaku tiap individu, kepemimpinan, team work, brand image untuk produk atau perusahaan, layanan prima, motivasi seluruh karyawan dan budaya kerja.
Ditengah negara dengan SDM berdaya saing rendah dibandingkan profesional negara lain dari sisi mental attitude dan behavior dan kompetensi teknisnya, apa yang harus dilakukan manajemen perusahaan? Persaingan sekarang menuntut produk bermutu, pengiriman tepat waktu, layanan cepat, purna jual memuaskan dan harga bersaing maka tentunya membutuhkan keunggulan manajemen perusahaan untuk mengelola bisnis dengan ketajaman daya saing yang harus dibangun secara sistematis. Kemampuan membuktikan kepada pelanggan serta publikasi tentang kehandalan manajemen perusahaan menjadi senjata membangun citra perusahaan.Perlu kita sadari bersama bahwa yang dulu kelihatan hebat sekarang sudah menjadi biasa-biasa saja, lalu apa yang terjadi dengan bisnis anda kalau hanya biasa-biasa saja?

Teknologi Internet
Secara sederhana, Intranet adalah istilah yang digunakan untuk pelaksanaan Internet teknologi dalam sebuah organisasi atau perusahaan, bukannya sebagai koneksi eksternal ke Internet global. Sebuah implementasi dilakukan sedemikian rupa untuk transparan memberikan informasi dalam jumlah besar sebuah organisasi ke desktop masing-masing individu dengan biaya minimal, waktu dan usaha.
            Dampak dari Intranet mempengaruhi operasi perusahaan, efisiensi, pengembangan dan bahkan budaya. Untuk sepenuhnya memahami apa yang dimaksud dengan Intranet kita perlu melihat beberapa daerah. Saat perubahan bisnis dimana sebuah kompetisi telah mencapai tingkat baru intensitas di hampir semua industri. Kelangsungan hidup Mereka, apalagi sukses, mensyaratkan bahwa bisnis tampil di tingkat belum pernah terjadi sebelumnya efektivitas.
Tekanan baru untuk bisnis meliputi:
-          Mengurangi Siklus Hidup Produk:
          Waktu ke pasar menjadi faktor yang semakin penting pada kemampuan untuk meraih kebutuhan pasar, profitabilitas dan bahkan kelangsungan hidup. Penurunan Biaya: Kebutuhan untuk mengendalikan biaya, dengan keinginan yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas, terus berlanjut dengan penekanan baru pada produktivitas pekerja pengetahuan. Peningkatan Permintaan Kualitas dan Layanan Pelanggan: Sebagai kompetisi membangun, peningkatan pelanggan harapan untuk tanggap dan dukungan pribadi mulai mengubah budaya dan operasi banyak industri. Peningkatan Market Responsiveness: Satu-satunya yang konstan untuk bisnis adalah bahwa hal-hal akan berubah. Kebutuhan dan kemampuan untuk merespon terus berubah kekuatan pasar terus mendorong kebutuhan untuk mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi untuk dapat bereaksi cepat.
-          New Model Bisnis
         Perubahan konstan sekarang mendorong ke dalam inti dari banyak korporasi dengan sesuai model bisnis baru muncul untuk cara di mana organisasi dan orang-orang bekerja sama. Ini termasuk teleworking, perusahaan virtual, pengembangan produk kolaboratif dan pasokan yang terintegrasi manajemen rantai.

Strategi Bisnis
SI telah menjadi strategi bisnis yang sangat hebat. Penerapan SI di hampir semua bidang usaha bisnis merupakan salah satu strategi untuk menjawab tekanan-tekanan yang dialami oleh perusahaan.
Manfaat yang dapat dipetik oleh perusahaan dengan pembangunan SI, antara lain :
1.      Integrasi data dan informasi
2.      Sistem pengorganisasian data memungkinkan sistem bebas redudansi data
3.      Meningkatkan kecepatan dan keakuratan penyusunan laporan manajerial
4.      Meningkatkan kualitas produk dan kecepatan layanan konsumen.
5.      Meningkatkan citra perusahaan

Strategi Sistem Informasi untuk Berhubungan dengan Daya Kompetitif :
1.      Kepemimpinan harga rendah, yaitu untuk membuat produk dan jasa pada harga yang lebih rendah dari pesaing dengan peningkatan kualitas dan pelayanan
2.      Diferensiasi produk, yaitu menggunakan sistem informasi untuk membedakan produk dan jasa baru
3.      Berfokus pada peluang pasar, yaitu untuk memungkinkan strategi fokus pada peluang pasar, spesilisasi
4.      Menguatkan keakraban pelanggan dan pemasok, yaitu untuk mengembangkan hubungan kuat dan kesetian pelanggan dan pemasok.


Jenis-jenis SI Korporasi
Membentuk SI korporasi tidak mudah dan memerlukan beberapa tahapan, meliputi :
1.      Membangun sistem pemrosesan transaksi melalui pembangunan kantor elektronik seoptimal mungkin.
2.      Membangun SIM berbasis jaringan komputer yang akan mengolah DB perusahaan, menghasilkan laporan-laporan dan grafik-grafik serta mendistribusikan kepada pihak pengambil keputusan dalam perusahaan dengan tepat waktu dan akurat. SIM ini akan menyehatkan aliran informasi di dalam perusahaan.
3.      Membangun SPK untuk mengolah DB, untuk membantu para pimpinan dalam menentukan alternatif keputusan manajerial.
4.      Mengembangkan SI yang bersifat lintas platform, yaitu SI yang mampu menjembatani perbedaan antar platform SI bisnis yang akan bergabung satu sama lain.
Klasifikasi SI
Klasifikasi yang umum dipakai antara lain didasarkan pada :
a.       Level organisasi
b.      Area fungsional
c.       Dukungan yang diberikan,
d.      Klasifikasi menurut aktivitas manajemen, dan
e.       Arsitektur SI.

A.    Klasifikasi SI Menurut Level Organisasi
Dikelompokkan menjadi :
·         SI departemen, hanya digunakan dalam sebuah departemen. Misal : departemen SDM yang memiliki sejumlah program/ aplikasi.
·         SI perusahaan, sistem terpadu yang dapat dipakai oleh sejumlah departemen secara bersama. Misal : SI PT mengintegrasikan bagian pengajaran, keuangan dan kemahasiswaan.
·         SI antar organisasi, jenis SI yang menghubungkan dua organisasi atau lebih. Misal : IBM + Apple + Motorola VS Intel untuk pasar CPU (disebutPowerPC). Model IOS banyak diimplementasikan dalam perdagangan elektronis (e- Commerce), sering dikenal dengan istilah B2B.

B.     Klasifikasi SI Area Fungsional
Area Fungsional
Tugas
Keterangan
Penjualan
dan
pemasaran
- MKIS
Menangani penjualan dan
pemasaran produk/ jasa
yang dihasilkan
perusahaan
SI yang menyediakan informasi
yang dipakai oleh fungsi pemasaran. Misalnya berupa
ringkasan perusahaan
Manufaktur
(produksi) -
M/P IS
Menghasilkan produk
SI yang bekerja sama dengan SI
lain untuk mendukung menajemen
perusahaan (perencanaan maupun pengendalian) dalam
menyelesaikan masalah yang
berhubungan dengan produk dan
jasa yang dihasilkan perusahaan.
Misalnya berupa bahan mentah,
profil vendor baru, dan jadual
produksi
Keuangan
(FIS)
Mengelola aset keuangan
perusahaan
SI yang menyedikan informasi pada fungsi keuangan (departemen atau bagian keuangan) yang menyangkut keuangan perusahaan.
Misalnya berupa ringkasan arus kas (cash flow) dan informasi
pembayaran
Akuntansi
(AIS)
Memelihara rekaman
transaksi keuangan dalam perusahaan
SI yang menyediakan informasi
yang dipakai oleh fungsi akuntansi,mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan perusahaan.
SDM
(HRIS)
Mengelola personalia
perusahaan
SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya informasi gaji, ringkasan pajak, dan tunjangan hingga kinerja



C.     Klasifikasi SI BerdasarkanDukungan yang Tersedia
Sistem
Fungsi
Pemakai/User
TPS
Menghimpun dan menyimpan informasi
Transaksi
Orang yang memproses
transaksi
MIS
Mengkonversi data yang berasal dari
TPS menjadi informasi yang berguna
untuk mengelola organisasi dan
memantau kinerja
Semua level manajemen
DSS
Membantu pengambilan keputusan
dengan menyediakan informasi, model
atau perangkat untuk menganalisa
informasi
Analis, manajer,
profesional
EIS
Menyediakan informasi yang mudah
diakses dan bersifat interaktif, tanpa
mengharuskan eksekutif menjadi ahli
analisis
Menajemen tingkat
menengah dan atas
ES
Menyediakan pengetahuan pakar pada
bidang tertentu untuk membantu
pemecahan masalah
Orang yang hendak
memecahkan masalah
yang memerlukan
kepakaran
OAS
Menyediakan fasilitas untuk memproses
dokumen maupun pesan sehingga
pekerjaan dapat dilakukan secara efisien
dan efektif
Staf maupun manajer
GSS
Menyediakan komunikasi melalui
sarana/ infrastruktur teknologi
Sejumlah orang yang
bekerja dalam suatu
kelompok

D.    Klasifikasi SI menurut Aktivitas Manajemen
Menurut Ebert dan Griffin, 2003
1.      SI Pengetahuan : SI yang mendukung aktivitas pekerja berpengetahuan. Kategori ini : ES dan OAS.
2.      SI Operasional : berurusan dengan operasi organisasi sehari-hari. Kategori ini : TPS, SIM, DSS.
3.      SI Manajerial : menunjang kegiatan manajerial. Menyediakan diantaranya (Turban, McLean dan Wetherbe, 1999) :
·         Ringkasan Statistik
·         Laporan Perkecualian
·         Laporan periodis dan ad hoc report
·         Analisis perbandingan : kompititor, kinerja masa lalu, standar industri
·         Proyeksi : kas, pangsa pasar, penjualan
·         Pendektesian masalah secara dini
·         Keputusan rutin
·         Hubungan antar manajer.
4.      SI strategis : digunakan untuk menangani masalah strategis dalam organisasi.

E.     Klasifikasi SI menurut Arsitektur Sistem
Dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
·         Sistem berbasis mainframe
·         Sistem PC tunggal
·         Sistem tersebar atau sistem komputasi jaringan

Study kasus
Contoh study kasus yang paling mudah dan sering kita lihat adalah gunadarma site yang sering kita buka hamper setiap minggu bahkan setiap hari untuk melihat berita-berita terbaru seputar universitas gunadarma. Tidak peduli dimana kita dan apa yang kita gunakan, kita tetap bias mengakses situs gunadarma asalkan bias mengakses internet. Itu semua karena situs gunadarma berbasis web, yang kita perlukan hanya internet untuk bisa mengaskesnya.

 













Kesimpulan:

Pada awalnya SI diposisikan sebagai alat bantu untuk mengintegrasikan data dan meningkatkan kualitas informasi semata, maka kini SI telah menjadi strategi bisnis yang sangat hebat. Pembangunan SI yang terintegrasi berbasis TI telah menciptakan peluang bagi banyak perusahaan untuk mengembangkan model keunggulan kompetitif. Perlu adanya kreativitas dan sikap pro-aktif dari para pengelola perusahaan. Revolusi bisnis yang melahirkan era e-bisnis dewasa ini ditandai dengan terintegrasinya peralatan komputer dan telekomunikasi sehingga skala jangkauan jaringan informasi yang terbentuk dapat mencapai jarak yang sangat luas bahkan lintas negara dan benua.





















Daftar Pustaka:























PERTANYAAN
1. Marisha (kelompok3):
Dolar naik, strategi apa yang di lakukan perusahaan agar konsumen tidak pergi
Jawaban 1 Riansyah :
Strateginya yaitu meminta bantuan kepada pemerintah, pemutusan hubungan kerja (PHK) agar pengeluaran perusahaan tidak banyak merugi agar kualitas produk tetep baik, atau seperti tempe tahu untuk mengurangi komposisinya agar mengurangi biaya produksi
2. Rizky Gumelar
SI organisasi itu apa saja, pengertian dan contohnya
Jawaban 2 Rizka:
 Klasifikasi SI Menurut Level Organisasi
Dikelompokkan menjadi :
·         SI departemen, hanya digunakan dalam sebuah departemen. Misal : departemen SDM yang memiliki sejumlah program/ aplikasi.
·         SI perusahaan, sistem terpadu yang dapat dipakai oleh sejumlah departemen secara bersama. Misal : SI PT mengintegrasikan bagian pengajaran, keuangan dan kemahasiswaan.
·         SI antar organisasi, jenis SI yang menghubungkan dua organisasi atau lebih. Misal : IBM + Apple + Motorola VS Intel untuk pasar CPU (disebutPowerPC). Model IOS banyak diimplementasikan dalam perdagangan elektronis (e- Commerce), sering dikenal dengan istilah B2B.

3. Everlyn:
Berikan contoh pada tahap- tahap pada SI koorporasi
Jawaban 3 fajar
Membentuk SI korporasi tidak mudah dan memerlukan beberapa tahapan, meliputi :
5.      Membangun sistem pemrosesan transaksi melalui pembangunan kantor elektronik seoptimal mungkin.
6.      Membangun SIM berbasis jaringan komputer yang akan mengolah DB perusahaan, menghasilkan laporan-laporan dan grafik-grafik serta mendistribusikan kepada pihak pengambil keputusan dalam perusahaan dengan tepat waktu dan akurat. SIM ini akan menyehatkan aliran informasi di dalam perusahaan.
7.      Membangun SPK untuk mengolah DB, untuk membantu para pimpinan dalam menentukan alternatif keputusan manajerial.

8.      Mengembangkan SI yang bersifat lintas platform, yaitu SI yang mampu menjembatani perbedaan antar platform SI bisnis yang akan bergabung satu sama lain.